BAYANAKA.CO – Belakangan ini, dunia otomotif khususnya pengguna sepeda motor di Indonesia dihebohkan dengan tren mencampur oli mesin dengan minyak goreng.
Praktik ini viral setelah salah satu pengguna motor membagikan pengalamannya di media sosial.
Akun Facebook bernama Julfan Ohliss dalam grup Suzuki Address Indonesia mengaku mencoba mencampur oli Shell kuning dengan minyak goreng.
“Bukan mitos ternyata oli Shell kuning dengan migor bisa tahan 5.000 km. Tapi saya masih coba-coba migornya 50 ml, olinya 600 ml,” tulisnya.
Klaim tersebut langsung menarik perhatian banyak pengguna motor. Sebagian percaya campuran ini bisa menghemat biaya servis, sementara yang lain justru khawatir akan dampaknya terhadap mesin.
Lalu, benarkah oli mesin dicampur minyak goreng bisa memperpanjang usia pakai mesin?
Fakta dari Pakar Lemigas: Minyak Goreng Memang Bisa Jadi Pelumas, Tapi…
Peneliti Balai Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), Muhammad Fuad, mengungkapkan bahwa minyak goreng memang memiliki sifat pelumasan.
Namun, ia menegaskan minyak goreng tidak bisa digunakan secara langsung sebagai oli mesin kendaraan.
“Minyak goreng memang bisa digunakan sebagai pelumas, tetapi harus melalui proses kimia terlebih dahulu menjadi biopelumas,” jelas Fuad.
Biopelumas sendiri biasanya digunakan untuk mesin khusus, seperti mesin industri makanan yang membutuhkan pelumas ramah lingkungan dan aman.
Artinya, minyak goreng yang digunakan langsung tanpa proses khusus tidak memiliki standar yang sama dengan oli mesin kendaraan.
Perbedaan Titik Didih Oli Mesin dan Minyak Goreng
Salah satu faktor penting dalam pelumasan mesin adalah titik didih.
Menurut Fuad:
- Titik didih oli mesin: 370°C hingga 500°C
- Titik didih minyak goreng: 400°C hingga 500°C
Sekilas terlihat mirip. Namun, oli mesin memiliki aditif khusus yang membuatnya stabil dalam kondisi ekstrem.
Sementara minyak goreng tidak memiliki zat aditif pelindung mesin seperti:
- Anti aus
- Anti oksidasi
- Anti karat
- Pembersih mesin
Tanpa zat ini, mesin berisiko mengalami kerusakan lebih cepat.
Masalah Kekentalan: Bisa Mengganggu Sistem Pelumasan
Masalah utama lainnya adalah tingkat kekentalan atau viskositas.
Menurut penelitian Lemigas, minyak goreng justru lebih kental dibanding oli mesin, bahkan oli kental sekalipun.
Hal ini berbahaya karena:
- Menghambat sirkulasi pelumas
- Mengurangi perlindungan komponen mesin
- Mengganggu kerja komponen hidrolik
Terutama pada motor modern yang menggunakan teknologi seperti:





