PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan literasi keuangan syariah.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui kegiatan “Sumsel Maju Berekonomi Syariah” yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026.
Program ini secara khusus menargetkan peningkatan literasi keuangan syariah wirausaha muslimah agar mampu mengelola bisnis secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan.
Dalam acara tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan berbasis syariah, strategi pengembangan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam bisnis.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menjelaskan bahwa wirausaha muslim memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain berorientasi pada keuntungan, model bisnis berbasis syariah juga memiliki nilai sosial yang kuat sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurut Arifin, keberanian untuk memulai usaha menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian ekonomi.
Ia menilai banyak peluang bisnis yang dapat dikembangkan di Kota Palembang maupun wilayah lain di Sumatera Selatan.
“Kalau kita ingin usaha berkembang, kita harus berani menjadi pengusaha. Banyak peluang yang bisa dikembangkan, bahkan dari hobi pun bisa menjadi peluang usaha,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia menambahkan bahwa di era digital saat ini, seseorang tidak harus memiliki modal besar atau aset fisik untuk memulai usaha.
Konsep intangible assets seperti kreativitas, keterampilan, inovasi, serta jaringan bisnis kini menjadi faktor penting dalam kesuksesan sebuah usaha.
Sebagai contoh, Arifin menyebut perusahaan transportasi digital yang berkembang pesat dengan mengandalkan teknologi dan inovasi.
Perusahaan tersebut mampu menciptakan ekosistem bisnis yang kuat tanpa harus memiliki aset kendaraan sendiri.
Model bisnis berbasis platform ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan kreativitas mampu menjadi kekuatan utama dalam membangun usaha modern.
Hal tersebut juga membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, termasuk para wirausaha muslimah, untuk mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.






