BAYANAKA.CO – Rawa Pening merupakan salah satu danau alami terbesar di Jawa Tengah yang terletak di antara Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Boyolali.
Selain memiliki nilai ekologis dan ekonomi yang penting bagi masyarakat sekitar, Rawa Pening juga menyimpan legenda rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Legenda ini dikenal sebagai kisah Naga Baru Klinting, sebuah cerita sarat pesan moral tentang kesombongan, kemanusiaan, dan keadilan.
Menurut cerita rakyat Jawa, Rawa Pening dahulu kala hanyalah sebuah desa subur bernama Desa Pathok. Masyarakatnya hidup makmur, namun sayangnya banyak di antara mereka yang bersikap sombong dan tidak peduli terhadap orang asing maupun kaum lemah.
Pada suatu hari, datanglah seorang anak kecil berpenampilan kumal dan bertubuh penuh luka. Anak tersebut bernama Baru Klinting, yang sebenarnya merupakan jelmaan naga sakti.
Baru Klinting meminta makanan kepada penduduk desa karena kelaparan. Namun, alih-alih menolong, warga justru mengusir dan menghina dirinya.
Tidak satu pun penduduk yang bersedia memberi makanan, kecuali seorang nenek tua bernama Nyai Latung, yang hidup sederhana di pinggir desa.
Dengan penuh keikhlasan, Nyai Latung memberikan makanan dan tempat beristirahat kepada anak tersebut.
Sebagai balasan atas kebaikannya, Baru Klinting berpesan kepada Nyai Latung agar segera naik ke tempat yang lebih tinggi jika terjadi sesuatu yang aneh di desa. Setelah itu, Baru Klinting pergi menuju lapangan desa dan menancapkan sebuah lidi ke tanah.
Ia kemudian menantang warga untuk mencabut lidi tersebut. Tak satu pun penduduk berhasil mencabutnya, meskipun telah mencoba dengan berbagai cara.
Ketika tiba gilirannya, Baru Klinting mencabut lidi tersebut dengan mudah. Seketika, dari lubang bekas lidi itu memancar air deras yang tak terbendung.
Air terus mengalir dan perlahan menenggelamkan seluruh desa. Warga yang sebelumnya sombong dan menolak menolong akhirnya tenggelam oleh banjir besar.
Air yang terus meluap itulah yang kemudian membentuk sebuah danau luas yang kini dikenal sebagai Rawa Pening.
Sementara itu, Nyai Latung yang mengikuti pesan Baru Klinting berhasil selamat karena telah berada di tempat yang lebih tinggi, yang kini dipercaya sebagai asal mula Gunung Telomoyo dan perbukitan di sekitarnya.
Legenda Rawa Pening bukan sekadar cerita rakyat, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang relevan hingga saat ini. Kisah ini mengajarkan pentingnya sikap rendah hati, kepedulian sosial, dan menolong sesama tanpa memandang rupa atau latar belakang.





