Kepalan Tangan Kiri dan Darah Juang Menggema di Pemakaman Tumpal Simaremare, Selamat Jalan Sahabat!

by
Kepalan Tangan Kiri dan Darah Juang Menggema di Pemakaman Tumpal Simaremare, Selamata Jalan Sahabat!
Kepalan Tangan Kiri dan Darah Juang Menggema di Pemakaman Tumpal Simaremare, Selamata Jalan Sahabat!. Foto: dokumen/bayanaka.co

Pada bagian klimaks, suara pelayat meninggi ketika bait “Bunda relakan darah juang kami” dilantunkan. Kalimat itu tak sekadar dinyanyikan, melainkan diikrarkan sebagai sumpah setia kepada negeri bahwa pengabdian dan keberpihakan pada rakyat kecil tidak akan berhenti di pusara ini.

Duka mendalam juga disampaikan Charma Afrianto, sahabat sekaligus rekan seperjuangan almarhum.

Ia menyebut Tumpal Simaremare sebagai sosok yang hidup dan matinya diabdikan untuk rakyat.

BACA JUGA:  Momentum Penting, Rutan Palembang Ikuti Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI Secara Virtual

“Almarhum Tumpal adalah keberanian yang memilih jalan sunyi. Kepalan tangan kiri dan Darah Juang hari ini adalah cara kami berjanji bahwa perjuangannya tidak akan terhenti,” ujar Charma dengan suara bergetar.

Atas nama keluarga dan sahabat, Charma juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir, mengirim doa, serta memberikan dukungan moril selama prosesi duka.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama hidup almarhum terdapat tutur kata, sikap, atau tindakan yang kurang berkenan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas doa dan kebersamaan semua pihak. Kami juga mohon maaf sebesar-besarnya jika semasa hidup Bang Tumpal terdapat kekhilafan, baik yang disengaja maupun tidak. Semoga semua kebaikannya menjadi amal ibadah dan perjuangannya diterima sebagai pengabdian kepada negeri,” tuturnya.

BACA JUGA:  Program Makan Bergizi Gratis Diawasi Ketat! 56 SPPG Palembang Belum Bersertifikat, Ratu Dewa Turun Tangan

Prosesi pemakaman tersebut menutup perjalanan panjang Tumpal Simaremare sebagai pejuang Reformasi 1998.

Namun kepalan tangan kiri, lantunan Darah Juang, serta doa dan permohonan maaf yang mengiringinya menjadi penegasan bahwa nilai-nilai keadilan, keberanian, dan keberpihakan kepada rakyat kecil yang ia wariskan akan terus hidup dan dilanjutkan oleh generasi yang ditinggalkannya. Selamat Jalan Sahabat! (ril/yulie)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *