PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Feby Deru, menyelenggarakan kegiatan sholat tasbih bersama.
Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung dengan penuh kekhusyukan di Griya Agung, Palembang, Rabu (11/2/2026).
Sholat tasbih merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ibadah ini terdiri dari empat rakaat dengan bacaan tasbih sebanyak 300 kali, yang diyakini memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pelaksanaan sholat tasbih ini menjadi bagian dari upaya spiritual dalam mempersiapkan diri menjelang bulan Ramadhan yang penuh berkah.
Feby Deru dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menghadirkan ketenangan batin bagi seluruh peserta.
Menurutnya, menjelang Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperbanyak ibadah sunnah dan melakukan introspeksi diri.
“Sholat tasbih dapat membantu kita meningkatkan keimanan dan menghadirkan ketenangan hati. Semoga melalui ibadah ini kita semakin siap menyambut Ramadhan dengan jiwa yang bersih dan penuh keikhlasan,” ujar Feby Deru.
Ia juga mengajak seluruh peserta, khususnya keluarga besar TP PKK Sumsel, untuk menjadikan waktu menjelang Ramadhan sebagai sarana memperbaiki diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Menurutnya, sholat tasbih dapat dilaksanakan pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah sholat fardhu maupun sebelum tidur, sehingga mudah diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita laksanakan sholat tasbih dan rasakan ketenangan hati yang luar biasa sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadhan,” tambahnya.
Pelaksanaan sholat tasbih tersebut dipimpin oleh Ustadzah Umi Kalsum yang dikenal aktif dalam kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan. Seusai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan siraman rohani atau tausiyah yang mengangkat tema persiapan spiritual menyambut ibadah puasa Ramadhan.
Dalam tausiyahnya, Umi Kalsum menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan penghulu dari seluruh bulan dan memiliki keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam. Menurutnya, tidak semua orang memiliki sikap yang sama dalam menyambut Ramadhan.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kebaikan dan keberkahan. Ada yang menyambutnya dengan penuh kebahagiaan, namun ada pula yang merasa pesimis dan terbebani,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat pula golongan manusia yang merugi karena tidak mengalami perubahan sikap dan perilaku, baik selama Ramadhan maupun setelahnya. Oleh karena itu, Ramadhan seharusnya dijadikan sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik.





