Akibatnya, emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Kondisi ini mendorong peningkatan permintaan dan memperkuat tren bullish emas.
Jika ekspektasi ini benar-benar terjadi, maka peluang emas menembus US$5.100 semakin besar.
Level Penting yang Harus Diperhatikan Investor
Meski prospek kenaikan masih terbuka, investor juga perlu mewaspadai kemungkinan skenario negatif.
Andy Nugraha mengingatkan bahwa terdapat level support penting di US$4.630.
Jika harga emas turun dan menembus level tersebut, maka risiko koreksi semakin besar.
Target penurunan berikutnya diperkirakan berada di sekitar US$4.415 per troy ounce.
Penembusan support ini dapat memicu aksi jual tambahan, terutama dari trader jangka pendek.
Hal ini dapat mempercepat penurunan harga dalam waktu singkat.
Prospek Harga Emas 2026 Masih Positif
Secara keseluruhan, prospek harga emas pada 2026 masih dinilai positif.
Beberapa faktor utama yang mendukung kenaikan harga emas antara lain:
- Ketidakpastian ekonomi global
- Ketegangan geopolitik
- Pelemahan dolar AS
- Ekspektasi penurunan suku bunga
- Tingginya permintaan safe haven
Selama faktor-faktor tersebut masih bertahan, maka tren bullish emas berpotensi berlanjut.
Level US$5.100 menjadi target penting yang kini menjadi perhatian utama investor global.





