PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Gemuruh tepuk tangan membahana di Graha Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Kamis (5/2/2025).
Ratusan pasang mata penonton tampak terpukau, larut dalam alur cerita yang menyentuh hati tentang perjalanan hidup penuh lika-liku Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa, yang dipentaskan dalam sebuah drama musikal sarat makna.
Drama musikal bertajuk “Nyanyian Anak dari Desa” ini diangkat dari buku memoar karya Sri Maryati. Kisah tersebut berhasil dikemas apik oleh para siswa-siswi berbakat SMA PGRI 2 Palembang di bawah arahan sutradara M Yunus.
Pementasan ini menyuguhkan potret masa kecil Ratu Dewa di desa, hingga perjuangan panjang dan keras yang mengantarkannya menduduki kursi pimpinan Kota Palembang.
Sejak adegan pembuka, penonton diajak menyelami kehidupan sederhana seorang anak desa yang penuh mimpi. Alur cerita yang mengalir, dikombinasikan dengan musik, tarian, dan dialog emosional, membuat suasana gedung pertunjukan terasa hidup.
Tak sedikit penonton yang terlihat terharu, bahkan menitikkan air mata saat kisah perjuangan dan pengorbanan keluarga Ratu Dewa ditampilkan di atas panggung.
H Ratu Dewa yang hadir langsung menyaksikan pertunjukan itu pun tak kuasa menahan rasa haru. Ia mengaku, melihat perjalanan hidupnya dipentaskan kembali menjadi refleksi mendalam tentang arti kerja keras, doa, dan keteguhan nilai spiritual.
“Jangan lihat posisi saya sekarang, tapi lihatlah proses panjang yang saya lalui dari desa. Saya tidak akan jadi seperti ini tanpa doa orang tua dan nilai-nilai spiritual,” ungkap Ratu Dewa dengan suara bergetar.
Ia menambahkan, keberhasilan yang diraihnya saat ini merupakan buah dari kepatuhan kepada orang tua serta integritas yang terus dijaga sejak masih duduk di bangku sekolah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.
Menariknya, kesuksesan pementasan drama musikal ini juga membuka peluang baru. Ratu Dewa mengaku sempat ragu ketika ada tawaran untuk mengangkat kisah hidupnya ke layar lebar karena padatnya aktivitas sebagai kepala daerah.
Namun, setelah menyaksikan langsung antusiasme penonton serta kualitas akting para siswa, keraguan itu mulai sirna.
“Melihat ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, mungkin ini akan menjadi pemantik saya untuk membawa kisah ini ke layar lebar,” tambahnya, disambut tepuk tangan meriah.
Ketua YPLP PGRI Kota Palembang, Hasanudin, menegaskan bahwa pertunjukan seni yang digelar di Graha Taman Budaya Sriwijaya bukan sekadar hiburan tahunan.





