Dari Dusun Gunung Menang ke Paris, Kisah Pera Pajrin Perempuan PALI yang Sukses di Eropa

by
Kisah Pera Pajrin Perempuan PALI yang Sukses di Eropa
Kisah Pera Pajrin Perempuan PALI yang Sukses di Eropa
BACA JUGA:  Dari Al-Azhar Kairo, Menag Tegaskan Lingkungan Adalah Amanah Keagamaan

Berbekal pengalaman bekerja di group Marriott saat di Jakarta, Pera kembali melamar pekerjaan di grup yang sama di Paris. Usahanya berbuah manis—ia diterima di departemen keuangan dan bahkan mendapatkan kesempatan melanjutkan studi S2 (MBA) International Hospitality & Luxury Brand Management di CMH Paris dengan pembiayaan penuh dari kantor.

“Alhamdulillah, tahun 2025 kemarin lulus, wisudanya tahun ini. Sekarang masih cuti melahirkan anak kedua,” jelasnya.

Meski telah menetap di Eropa, kerinduan terhadap kampung halaman tetap melekat. Selain keluarga, Pera sangat merindukan suasana tradisional khas PALI.

“Rindu kumpul keluarga, makanan khas Penukal seperti cak pede, gulai tempoyak. Yang paling dikenang itu gotong royong di ladang, musim nugal ramai-ramai, makan kince bareng. Dulu juga berangkat sekolah nerobos banjir, pulangnya malah berenang,” pungkasnya sambil tertawa.

Kisah Pera Pajrin menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar, selama dibarengi kerja keras, pendidikan, dan keberanian melangkah jauh dari zona nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *