BAYANAKA.CO – Kisah sukses anak daerah kembali mengharumkan nama Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sosok itu adalah Pera Pajrin, dara ayu asal Desa Gunung Menang, Kecamatan Penukal, yang kini sukses berkarier di Eropa bersama suaminya, seorang warga negara Prancis.
Perempuan berusia 31 tahun ini saat ini menetap di Paris, Prancis, dan bekerja di finance department atau departemen keuangan.
Tak hanya berkiprah di dunia profesional internasional, Pera juga dikenal luas di media sosial berkat konten vlog kesehariannya yang unik—menggunakan bahasa daerah Penukal atau bahasa dusun.
Melalui akun Facebook Pera Di Paris dan Instagram @PeraInParis, ia kerap membagikan aktivitas sehari-hari sebagai ibu, pekerja profesional, sekaligus warga Indonesia yang hidup di Eropa.
Logat khas Penukal yang ia pertahankan justru menjadi daya tarik tersendiri dan membuat kontennya terasa dekat dengan masyarakat kampung halaman.
Saat dihubungi bayanaka.co melalui media sosial, Pera mengungkapkan bahwa dirinya telah tinggal di Paris sejak tahun 2020. Ia kini telah mengantongi izin tinggal tetap dan hidup bersama suami serta dua orang anaknya yang masing-masing berusia 4 tahun dan 2 bulan.
Anak kedua dari pasangan Nila Wati dan Edi Maryono (almarhum) ini menceritakan bahwa kecintaannya terhadap bahasa asing sudah tumbuh sejak kecil. Ketertarikan itu dimulai sejak duduk di bangku SMP, di tengah keterbatasan sarana belajar saat itu.
“Aku SD dulu di SD 137 Gunung Menang, lalu SMP di SMP Negeri 3 Penukal Desa Mangku Negara. Dari SMP memang sudah tertarik bahasa Inggris. Selalu ranking dan pernah juara umum. Belajarnya cuma pakai kamus dan kamus elektronik Alfa Link. HP belum ada, internet masih jauh,” kenangnya.
Setelah menamatkan pendidikan SMP, Pera melanjutkan sekolah di SMK Negeri 6 Palembang jurusan perhotelan. Lulus pada tahun 2012, ia bekerja di Hotel Arista Palembang. Dari sinilah takdir mempertemukannya dengan sang suami, yang saat itu melakukan perjalanan bisnis ke Indonesia.
“Kami menikah tahun 2016, lalu pindah ke Jakarta selama empat tahun,” tuturnya.
Selama di Jakarta, Pera terus mengembangkan diri. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd) di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta, kemudian melanjutkan S1 Akuntansi Keuangan (S.Ak) di Binus University Jakarta. Tak hanya itu, ia juga mengikuti kursus bahasa Prancis sebagai bekal hidup di Eropa.
Pada November 2020, di tengah pandemi Covid-19, Pera dan keluarga pindah ke Paris karena kantor pusat pekerjaan suaminya berada di sana. Di awal kepindahan, Pera sempat fokus menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak pertama hingga usia dua tahun.





