Beberapa langkah yang akan dijalankan antara lain penambahan cadangan bahan pangan melalui kerja sama antar pemerintah daerah, penyelenggaraan pasar murah di tingkat kecamatan dan kelurahan, revitalisasi pasar tradisional agar lebih efisien dan nyaman, serta perbaikan infrastruktur untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.
“Kami terus berupaya memastikan pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar agar harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil,” ujar Isnaini.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Pemkot Palembang dan BPS dalam penyediaan data statistik yang akurat. Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penting dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah.
“Kita berharap kerja sama ini terus berjalan untuk membangun Palembang yang tangguh dan berbasis data,” pungkasnya.
Kondisi inflasi Kota Palembang di awal 2026 menunjukkan tren yang relatif terkendali, meskipun tetap menyimpan potensi gejolak dari komoditas strategis seperti emas dan bahan pangan.
Dengan langkah antisipatif yang telah disiapkan Pemkot Palembang, diharapkan stabilitas harga dapat terus dijaga sehingga daya beli masyarakat tetap terpelihara sepanjang tahun 2026.





