Sasaran utama vaksinasi adalah anak-anak usia 6 hingga 10 tahun, kelompok usia yang dinilai paling rentan terhadap infeksi DBD. Meski vaksin ini juga dapat diberikan kepada orang dewasa, fokus program tetap diarahkan kepada anak-anak.
“Anak-anak merupakan kelompok yang paling terdampak. Karena itu, kami memprioritaskan mereka agar memiliki perlindungan sejak dini,” jelas dr. Ariesti.
Ia menambahkan, kegiatan vaksinasi ini telah dimulai sejak akhir November 2025 dan hingga kini berjalan dengan lancar.
Tim medis juga melakukan pemantauan terhadap anak-anak yang sudah maupun belum divaksin untuk memastikan efektivitas serta keamanan vaksin.
Bagi masyarakat umum yang tidak termasuk dalam program vaksinasi gratis ini, dr. Ariesti menyarankan agar tetap menjaga pencegahan DBD serta dapat mengakses vaksinasi di rumah sakit swasta.
Namun, ia mengingatkan bahwa biaya vaksin DBD tergolong mahal, yakni sekitar Rp700.000 per suntikan dan membutuhkan dua kali suntikan untuk perlindungan maksimal.
“Karena itu, kami sangat bersyukur Palembang mendapatkan bantuan vaksin gratis ini. Tidak semua daerah memiliki kesempatan yang sama,” pungkasnya.





