Prosesi ini menjadi simbol kecintaan, loyalitas, serta pengabdian kepada satuan yang telah dipimpinnya dengan penuh dedikasi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengisian buku laporan korps perwira meninggalkan satuan serta pernyataan resmi pelepasan oleh Danrem 044/Gapo.
Tradisi pedang pora pun mengiringi langkah Brigjen TNI Adri Koesdyanto dan Ibu, sebagai bentuk penghormatan terakhir dari prajurit kepada pimpinan yang telah mengabdikan diri.
Pengalungan kembali syal songket dan pemberian hand bouquet menjadi simbol terima kasih serta penghargaan atas loyalitas dan dedikasi selama menjabat.
Suasana haru begitu terasa ketika seluruh prajurit, PNS, dan Persit Korem 044/Gapo mengiringi langkah beliau meninggalkan Makorem.
Simbol Doa dan Harapan untuk Kepemimpinan Baru
Di akhir acara, pelepasan burung merpati menjadi simbol doa dan harapan bagi perjalanan tugas selanjutnya.
Momen ini diakhiri dengan penghormatan terakhir Brigjen TNI Adri di depan gapura Makorem 044/Gapo.
Tradisi penyambutan dan pelepasan ini bukan sekadar seremonial pergantian jabatan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan, memperkuat soliditas prajurit, serta meneguhkan komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Brigjen TNI Khabib Mahfud, diharapkan Korem 044/Gapo semakin profesional, adaptif, dan responsif dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial serta menjaga stabilitas keamanan wilayah Sumatera Selatan.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa setiap kepemimpinan memiliki peran penting dalam membangun karakter, soliditas, dan semangat juang prajurit.
Tradisi yang terus dilestarikan ini menjadi bukti kuatnya nilai-nilai kehormatan, loyalitas, dan pengabdian dalam tubuh TNI AD, khususnya di Korem 044/Garuda Dempo.
Dengan penuh harapan dan doa, estafet kepemimpinan pun resmi berlanjut, membawa semangat baru bagi seluruh keluarga besar Korem 044/Gapo dalam mengemban amanah negara.





