“Pelaksanaan program dilakukan dengan protokol yang ketat. Sasaran vaksinasi adalah siswa kelas 3 SD di 10 wilayah Puskesmas dengan prevalensi kasus DBD tertinggi di Palembang,” jelasnya.
Ia menambahkan, program ini telah dimulai sejak 10 Desember 2025 dan akan terus berjalan hingga seluruh target tercapai.
Setiap anak yang menerima vaksin akan mendapatkan pengawasan medis selama 24 jam melalui jejaring tenaga kesehatan yang telah ditetapkan, guna mengantisipasi kemungkinan kejadian ikutan pascaimunisasi.
Melalui langkah strategis ini, Pemprov Sumsel optimistis dapat menekan angka kasus DBD secara signifikan dan menjadikan daerah ini sebagai barometer nasional penanggulangan DBD. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu melindungi generasi muda Sumsel dari ancaman penyakit menular serta membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan sejak dini.





