Sumsel Dipilih Jadi Proyek Nasional Pencegahan DBD, 5.000 Anak SD Jadi Sasaran

by
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat menerima audiensi Dekan Fakultas Kedokteran UNSRI dan jajaran terkait program pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak usia Sekolah Dasar di Ruang Tamu Gubernur, Senin (12/1/2026).
Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat menerima audiensi Dekan Fakultas Kedokteran UNSRI dan jajaran terkait program pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada anak usia Sekolah Dasar di Ruang Tamu Gubernur, Senin (12/1/2026). Foto: bayanaka.co

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) resmi mengambil langkah strategis dalam menekan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan ditetapkannya Sumsel sebagai lokasi proyek percontohan nasional pemantauan aktif pencegahan dengue pada anak usia Sekolah Dasar.

Program ini menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang menuju target ambisius “Sumsel Nol DBD Tahun 2030”.

Dukungan penuh terhadap program tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, saat menerima audiensi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) beserta jajaran di Ruang Tamu Gubernur, Senin (12/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan anak-anak dari ancaman penyakit menular yang hingga kini masih menjadi momok masyarakat.

BACA JUGA:  Bersama Forkopimda, Wali Kota Palembang Ratu Dewa Ikuti Zoom Meeting Operasi Lilin 2025 Jelang Tahun Baru 2026

Menurut Herman Deru, penetapan Sumsel sebagai proyek percontohan nasional merupakan tonggak penting dalam pengendalian DBD, khususnya melalui pendekatan pencegahan dini dan pemantauan berkelanjutan.

Ia menyambut baik pelaksanaan vaksinasi dengue dan pemantauan aktif yang menyasar 5.000 siswa Sekolah Dasar di Kota Palembang, terutama di wilayah dengan tingkat prevalensi DBD tertinggi.

“Saya merasa terkejut sekaligus bangga dengan inisiatif ini. Penyakit DBD tidak mengenal usia maupun latar belakang. Kehadiran vaksin ini tentu menjadi kabar baik bagi para orang tua. Saya yakin antusiasme masyarakat akan sangat tinggi,” ujar Herman Deru.

Gubernur juga menegaskan kesiapan Pemprov Sumsel untuk memberikan dukungan penuh, termasuk memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal bersama Pemerintah Kota Palembang dan instansi terkait lainnya.

BACA JUGA:  Herman Deru Soroti Layanan Publik dan Kebersihan saat Safari Ramadan di Prabumulih, Ini Pesan Pentingnya

Menurutnya, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.

Ia berharap program ini tidak hanya berdampak pada penurunan kasus DBD di Sumsel, tetapi juga dapat menjadi model nasional dalam pengendalian penyakit berbasis pencegahan, edukasi, dan pemantauan aktif masyarakat sejak usia dini.

Program pencegahan dengue ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Fakultas Kedokteran UNSRI dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) sebagai pelaksana teknis, Takeda GmbH sebagai penyedia hibah vaksin, serta Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan Dinas Kesehatan Kota Palembang sebagai pelaksana lapangan.

Dekan FK UNSRI, Prof. Dr. dr. Mgs. Irsan Saleh, M.Biomed, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada vaksinasi, tetapi juga pada pemantauan aktif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat dengue secara signifikan. Pemantauan dilakukan secara terstruktur untuk memastikan keamanan serta efektivitas vaksin pada anak-anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *