Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan bahwa provinsi ini telah mencapai swasembada jagung serta menempati peringkat ketiga nasional dalam produktivitas padi.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan jajaran kepolisian yang turut mendorong penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional.
Setelah berbuka puasa dan melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah di Masjid Assa’adah, Kapolri melanjutkan kegiatan dengan meninjau Command Center Polda Sumsel.
Kapolri menerima paparan dari Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso mengenai pemantauan situasi kamtibmas melalui sistem digital yang terintegrasi.
Paparan dilanjutkan oleh Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso terkait sistem pengelolaan program dan anggaran Polda Sumsel.
Peninjauan tersebut menegaskan komitmen Polri dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk pengawasan keamanan secara real-time dan terintegrasi.
Safari Ramadhan Kapolri di Sumatera Selatan memiliki makna strategis dalam memperkuat stabilitas nasional.
Selain sebagai kegiatan keagamaan, kunjungan ini menjadi momentum konsolidasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan persatuan bangsa.
Kehadiran langsung Kapolri di Palembang juga mengirimkan pesan kuat bahwa negara hadir untuk memastikan stabilitas daerah tetap terjaga di tengah dinamika global.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr Sandi Nugroho menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolri ke Sumatera Selatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Kapolri di Sumatera Selatan. Ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kinerja serta memperkuat sinergi dengan Forkopimda dalam melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa Safari Ramadhan merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.
“Safari Ramadhan Kapolri di Sumatera Selatan mempertegas bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang terus mendorong persatuan dan kondusivitas daerah,” ujarnya.





