Imbauan Persatuan di Tengah Perbedaan
Menanggapi potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri, Syafitri Irwan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan saling menghormati.
Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal bulan Hijriah merupakan hal yang wajar dalam ranah ijtihad. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk saling menghormati jika terjadi perbedaan. Ini adalah bagian dari dinamika dalam penetapan hukum Islam,” katanya.
Makna Idul Fitri Lebih dari Sekadar Perayaan
Lebih lanjut, Syafitri menekankan bahwa esensi Idul Fitri bukan hanya sebatas perayaan, tetapi juga momentum untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadan.
Ia mengingatkan bahwa kemenangan sejati terletak pada konsistensi dalam menjalankan amalan baik setelah Ramadan berakhir.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga amalan baik yang telah dilatih selama Ramadan agar terus berlanjut. Itulah makna kemenangan yang sesungguhnya,” pesannya.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada penetapan tanggal, tetapi juga pada peningkatan kualitas ibadah dan kehidupan spiritual ke depan.





