Menurutnya, jurnalis yang kompeten mampu menghadirkan informasi yang objektif, berimbang, dan membangun kepercayaan publik. Hal ini juga sejalan dengan fokus pemerintah dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui pemberitaan yang positif dan menyejukkan.
Sementara itu, Ketua DPD PJS Sumsel Edi Triono menjelaskan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari agenda prioritas organisasi dalam memperluas jejaring kemitraan lintas sektor.
Ia menyebut, PJS Sumsel tengah mempersiapkan UKW yang akan digelar pada 27–28 November 2025 di Palembang sebagai langkah strategis mencetak jurnalis profesional dan berintegritas.
“Salah satu visi kami adalah mencetak jurnalis siber yang kompeten dan beretika. Alhamdulillah, Bapak Dir Intelkam Polda Sumsel melalui Kasubdit V Kamsus AKBP Dudi Novery dan jajaran sangat mendukung langkah kami untuk bersinergi,” ujar Edi.
Edi juga menyampaikan bahwa dialog dua jam bersama AKBP Dudi berlangsung penuh makna. Ia mengaku terinspirasi dengan pandangan kepolisian terhadap peran media dalam menjaga stabilitas sosial.
“Beliau memahami betul bahwa pers punya kekuatan besar dalam membentuk opini publik. Ini kesempatan bagi kami untuk memperkuat peran media dalam mendukung Harkamtibmas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Edi menegaskan bahwa PJS siap menjadi mitra informasi dan edukasi masyarakat, termasuk dalam penyebaran pesan-pesan positif terkait pentingnya menjaga ketertiban dan keamanan.
“Pers bukan hanya menyampaikan berita, tapi juga menanamkan semangat persatuan. Kami siap membantu sosialisasi agar masyarakat semakin sadar bahwa kamtibmas adalah tanggung jawab bersama,” tegas Edi.
Pertemuan antara Polda Sumsel dan PJS Sumsel ini menandai dimulainya babak baru sinergi antara media dan kepolisian dalam menghadirkan ruang informasi yang konstruktif bagi publik.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan pemberitaan di Sumsel akan semakin mengedepankan nilai-nilai edukasi, etika jurnalistik, dan semangat persatuan.
Sinergi antara aparat keamanan dan insan pers bukan hanya akan memperkuat fungsi kontrol sosial media, tetapi juga menciptakan ekosistem komunikasi publik yang menyejukkan, mendukung stabilitas nasional, dan menjaga keutuhan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo–Gibran.





