Selain itu, Abdul Rozak juga menyinggung penguatan nilai keagamaan sebagai identitas masyarakat Palembang. Ia menyebutkan bahwa Alquran terjemahan berbahasa Palembang kini telah tersedia sebagai bagian dari upaya pelestarian bahasa sekaligus penguatan nilai religius.
Di sisi lain, Ketua Panitia Pelaksana DPP KKP yang juga Bendahara Umum, Kms. H. Achmad Idham, SE, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan keluarga besar Palembang.
“Kerukunan Keluarga Palembang bukan hanya organisasi, tetapi rumah besar bagi seluruh warga Palembang. Di sinilah kita bersilaturahmi, saling menguatkan, saling memberdayakan, serta menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa KKP ingin menjadi ruang kolaborasi terbuka bagi seluruh elemen masyarakat Palembang, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan. KKP diharapkan hadir dengan aksi nyata, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan dukungan di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan keagamaan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan Pangdam II/Sriwijaya dan Polda Sumsel, Wali Kota Palembang, tokoh adat Palembang termasuk Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, perwakilan NU dan Muhammadiyah, serta berbagai paguyuban dan keluarga besar Palembang.
Melalui kepengurusan baru ini, Kerukunan Keluarga Palembang diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah pemersatu masyarakat Palembang sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Alquran.(tari)





