Aroma Rempah Nusantara Warnai Pagi Keluarga Palembang di FDII Main Riang Roadshow 2025

by
Melalui dongeng, seni pertunjukan, dan permainan interaktif, anak-anak diajak mengenal sejarah rempah Nusantara seperti pala, cengkeh, dan lada dengan cara edukatif dan menyenangkan
Melalui dongeng, seni pertunjukan, dan permainan interaktif, anak-anak diajak mengenal sejarah rempah Nusantara seperti pala, cengkeh, dan lada dengan cara edukatif dan menyenangkan

PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Aroma cerita tentang pala, cengkeh, dan lada Nusantara akan mewarnai pagi keluarga Palembang dalam kegiatan Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) Main Riang Roadshow 2025 yang digelar di Gedung Kesenian Palembang, Sabtu (20/12/2025).

Mengusung tema “Kisah Rempah”, kegiatan ini berlangsung pukul 09.30–12.00 WIB dan menghadirkan pengalaman edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga.

Tidak sekadar pertunjukan dongeng, FDII Main Riang Roadshow 2025 menjadi ruang belajar kreatif yang mengajak anak-anak menjelajahi sejarah rempah Nusantara melalui cerita, permainan, seni pertunjukan, dan aktivitas interaktif yang dikemas ceria serta ramah anak.

Sejak pagi, Gedung Kesenian Palembang dipenuhi keceriaan ratusan peserta dari berbagai sekolah, terutama anak-anak TK dan sekolah dasar.

BACA JUGA:  Sekolah Rakyat Permanen Palembang Mulai Dibangun Juni 2026, Tampung 1.000 Siswa

Program Main Riang Roadshow merupakan hasil kolaborasi Ayo Dongeng Indonesia, Sekolah Murid Merdeka (SMM), Dewan Kesenian Palembang (DKP), dan Teras Dongeng.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI serta Dinas Kebudayaan Kota Palembang, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkenalkan budaya dan sejarah kepada generasi muda.

Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkenalkan budaya kepada anak sejak dini dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan. Menurutnya, dongeng adalah medium yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai budaya tanpa kesan menggurui.

“Melalui dongeng dan seni pertunjukan, anak-anak bisa mengenal identitas budaya bangsa dengan cara yang menyenangkan. Ini penting untuk membangun kecintaan mereka terhadap budaya lokal sejak dini,” ujar M. Nasir.

BACA JUGA:  Jalan Kasiba–Lasiba Palembang Mulai Dicor, Akses Baru CGC–Sukarno Hatta Segera Terwujud

Sejumlah pendongeng nasional dan lokal turut ambil bagian dalam festival ini. Di antaranya Kak Aio, Kak BudiBaikBudi, Kak Hendra, Kak Andra, Kak Inug, Kak Tiwi, dan Kak Monik. Mereka membawakan cerita rakyat serta kisah sejarah rempah dengan bahasa yang dekat dengan dunia anak, penuh imajinasi, dan sarat pesan moral.

Tak ketinggalan, Akifa, pendongeng cilik asal Palembang, turut tampil memeriahkan acara dan mendapat sambutan hangat dari penonton.

Pendongeng asal Palembang, Kak Inug, menjelaskan bahwa tema rempah dipilih karena memiliki nilai sejarah dan identitas bangsa yang sangat kuat.

Rempah-rempah seperti pala, cengkeh, dan lada bukan hanya komoditas dagang, tetapi juga menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Nusantara yang menghubungkannya dengan dunia internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *