Seluruh pos tersebut ditempatkan di jalur mudik utama, kawasan objek vital, pusat keramaian, serta titik yang berpotensi menjadi lokasi kepadatan lalu lintas.
Strategi Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Selain menyiagakan personel, Polda Sumatera Selatan juga menyiapkan berbagai strategi pengamanan untuk mengurai potensi kemacetan selama arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Sejumlah langkah rekayasa lalu lintas akan diterapkan apabila terjadi kepadatan kendaraan di jalur utama mudik.
Langkah tersebut meliputi pembatasan operasional kendaraan angkutan barang, penerapan sistem one way, penerapan contra flow dan kebijakan ganjil genap di ruas jalan tertentu.
Selain pengamanan jalur transportasi darat, kepolisian juga memperkuat patroli di kawasan objek vital, pusat keramaian, serta tempat ibadah.
Pengawasan juga dilakukan di jalur transportasi sungai melalui Direktorat Polisi Air dan Udara guna memastikan keamanan seluruh moda transportasi.
Koordinasi lintas fungsi antara satuan lalu lintas, intelijen, reserse, samapta hingga brimob juga diperkuat guna memastikan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan keamanan.
Kapolda: Operasi Ini Wujud Kehadiran Negara
Kapolda Sumatera Selatan Sandi Nugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat Musi 2026 merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat selama musim mudik.
Menurutnya, seluruh personel telah dipersiapkan untuk memberikan pelayanan terbaik secara profesional dan humanis kepada masyarakat.
“Operasi Ketupat Musi 2026 bukan sekadar operasi kepolisian. Ini adalah bentuk kehadiran negara untuk memastikan setiap pemudik dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan setiap keluarga dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang,” ujar Sandi Nugroho.
Polisi Imbau Masyarakat Tertib Saat Mudik
Sementara itu Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan selama operasi berlangsung.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
“Kami telah menyiapkan pos pelayanan di sepanjang jalur mudik. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi petugas kami. Mudik aman adalah tanggung jawab bersama,” katanya.
Operasi Ketupat Musi 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Selama periode tersebut, seluruh personel pengamanan akan disiagakan di berbagai titik strategis guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif.





