Selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pembangunan flyover ini dinilai krusial dalam meningkatkan standar keselamatan lalu lintas.
Selama ini, perlintasan sebidang kerap menjadi lokasi kecelakaan akibat padatnya arus kendaraan dan tingginya frekuensi perjalanan kereta api batubara.
Dengan terpisahnya jalur kendaraan umum dan rel kereta api logistik, risiko kecelakaan diharapkan dapat ditekan secara signifikan. Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemprov Sumsel dalam menghadirkan infrastruktur yang aman, modern, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan PT KAI, di antaranya Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Rafli Yandra, Direktur SDM dan Kelembagaan Atih Nurhayati, EVP Coal Transportation TLN Ahmad Malik, serta Kepala Divisi Regional III Palembang Januri.





