PALEMBANG, BAYANAKA.CO – Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho memimpin langsung Analisa dan Evaluasi (Anev) Konsolidasi Operasi Ketupat Musi 2026 sebagai bagian dari pengendalian pengamanan arus mudik nasional.
Memasuki hari keenam pelaksanaan operasi, Kapolda menegaskan bahwa seluruh Pos Pengamanan (Pospam) harus berfungsi sebagai pusat solusi dan pelayanan masyarakat, bukan sekadar titik penjagaan.
Kapolda Sumsel mengarahkan seluruh jajaran untuk mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.
Ia menekankan bahwa kehadiran Polri harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Sumatera Selatan.
Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan agar setiap personel tidak hanya menjalankan rutinitas pengamanan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, Pospam harus menjadi pusat informasi, bantuan, serta solusi bagi pemudik yang menghadapi kendala selama perjalanan.
“Pos Pengamanan bukan hanya untuk mengatur lalu lintas di depannya, tetapi harus memberikan layanan informasi dan solusi. Jangan sampai hanya menjadi simbol tanpa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Kapolda.
Seiring meningkatnya volume kendaraan pada arus mudik, Kapolda memberikan penekanan strategis kepada seluruh jajaran agar memastikan pergerakan kendaraan tetap berjalan.
Ia menegaskan bahwa kepadatan arus merupakan hal yang wajar, namun kondisi berhenti total harus diantisipasi secara maksimal.
“Kepadatan arus saat mudik adalah hal yang biasa, tetapi yang harus kita cegah adalah kondisi berhenti total. Selama kendaraan masih bergerak, situasi masih terkendali,” ujarnya.





