Menurutnya, rancangan perda tersebut sebenarnya sudah lama rampung, namun berbagai hambatan membuat pengesahannya tertunda.
“Dua tahun terakhir ini ramai soal Perda Kemajuan Kebudayaan, sehingga Perda Pemajuan Kesenian kurang mendapat perhatian. Padahal ini sangat penting bagi seniman,” ungkap Nasir.
Ia menegaskan pihaknya meminta DPRD Palembang segera mengesahkan Perda Pemajuan Kesenian dan menolak Perda Kemajuan Kebudayaan. Dengan kondisi keterbatasan yang ada, para seniman dan DKP tetap berupaya bergerak menjaga keberlangsungan kesenian lokal.
“Kalau sudah ada payung hukum, pelestarian dan pengembangan kesenian bisa dioptimalkan. Ini bukan hanya untuk seniman, tapi juga untuk kemajuan Kota Palembang, Sumsel, bahkan Indonesia,” ujarnya.
Nasir mengaku bersyukur atas respons positif dari DPRD Palembang. Ia optimistis janji pengesahan Perda Pemajuan Kesenian dapat direalisasikan tahun ini.
“Alhamdulillah responnya baik. Kami yakin janji ini bisa diwujudkan. Tahun ini harus segera disahkan, semakin cepat semakin baik,” pungkasnya.





