Program ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendukung sektor peternakan dan energi.
Jagung memiliki peran penting sebagai bahan baku pakan ternak. Selain itu, komoditas ini juga memiliki potensi untuk diolah menjadi bahan baku energi alternatif.
“Selain membantu peternak melalui ketersediaan pakan, jagung juga berpotensi menjadi bahan baku bensin, sehingga dapat mendukung swasembada energi,” ungkapnya.
Dengan potensi tersebut, jagung dinilai sebagai komoditas strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri.
Target Jagung Sumsel Lampaui Nasional
Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho melaporkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sumsel saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.
Kondisi tersebut terwujud berkat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa target swasembada jagung nasional tahun 2026 untuk wilayah Polda Sumsel berada pada kisaran 29.678,72 hektare hingga 31.689,40 hektare.
Namun, potensi lahan jagung di Sumatera Selatan pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 31.846,05 hektare, sehingga dinilai telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Adapun lokasi penanaman jagung serentak di Kabupaten Ogan Ilir memiliki luas lahan sekitar 40 hektare dan melibatkan 387 kelompok tani.
Peresmian Infrastruktur dan Program Presisi
Selain kegiatan tanam jagung, kunjungan Kapolri ke Sumatera Selatan juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda penting lainnya.
Di antaranya adalah peluncuran 57 Jembatan Merah Putih Presisi, peresmian Pakri City Park, serta renovasi Grand Kemala Polda Sumsel.
Kapolda Sumsel menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan meningkatkan aksesibilitas serta mobilitas masyarakat di berbagai wilayah.
Selain itu, Polda Sumsel juga memiliki 55 SPPG yang turut mendukung program Indonesia Asri melalui program lingkungan bernama Belida.
Dengan berbagai program tersebut, diharapkan pembangunan di Sumatera Selatan dapat berjalan seimbang antara sektor pertanian, infrastruktur, dan lingkungan.
Program tanam jagung serentak ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah bersama aparat kepolisian dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Jika target penanaman terus tercapai, Sumatera Selatan berpotensi menjadi salah satu lumbung jagung utama di Indonesia.





