BAYANAKA.CO – Sriwijaya FC kembali harus menelan pil pahit pada pekan ke-4 Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026. Bertanding di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu sore 4 Oktober 2025, Laskar Wong Kito dipaksa mengakui keunggulan tuan rumah PSMS Medan dengan skor 1-3.
Pertandingan berlangsung cukup ketat sejak awal. PSMS Medan tampil agresif di hadapan ribuan pendukungnya.
Laga semakin menegangkan saat Sriwijaya FC mencoba keluar dari tekanan, namun babak pertama harus diakhiri dengan keunggulan PSMS 1-0.
Memasuki babak kedua, Sriwijaya FC sempat menyamakan kedudukan lewat gol Vieri pada menit ke-60. Sayangnya, momentum tersebut tidak bertahan lama.
Hanya tujuh menit berselang, gawang Laskar Wong Kito kembali kebobolan akibat gol bunuh diri Dolly Gultom (67’).
Tiga menit kemudian, Rudiyana menambah derita Sriwijaya FC dengan gol penutup pada menit ke-70, memastikan kemenangan PSMS Medan 3-1.

Posisi Klasemen Sementara
Kekalahan ini membuat Sriwijaya FC semakin terpuruk di dasar klasemen Grup 1 (Barat) dengan hanya mengoleksi 1 poin dari empat laga. Sebaliknya, kemenangan ini membawa PSMS Medan bertengger di posisi kedua dengan torehan 7 poin, hanya terpaut sedikit dari pemuncak klasemen.
Pelatih Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli, mengakui timnya masih dalam kondisi sulit. “Selamat untuk PSMS Medan. Mereka bermain sangat bagus. Kami sudah lakukan rotasi setelah tertinggal di babak pertama, namun tekanan terus datang hingga terjadi gol bunuh diri dan gol penentu,” ujarnya saat konferensi pers.
Zulkifli juga berharap suporter tetap memberikan dukungan.
“Untuk suporter, tetaplah mendukung Sriwijaya. Tim sedang tidak baik-baik saja,” tambahnya.
Krisis Performa Laskar Wong Kito
Hasil buruk ini memperpanjang tren negatif Sriwijaya FC. Dalam tiga laga terakhir, Laskar Wong Kito tidak pernah meraih kemenangan. Bahkan, dua laga kandang terakhir justru berakhir dengan kekalahan, memicu protes keras dari para pendukung setia mereka.
Sejak musim lalu, Sriwijaya FC memang hanya mampu bertahan di Liga 2. Kini, performa mereka kembali menurun baik di laga tandang maupun kandang. Isu finansial hingga persaingan dengan klub rival satu kota, Sumsel United, semakin memperburuk situasi tim.
Peran Penting Kapten PSMS Medan
Di sisi lain, keberhasilan PSMS Medan tidak lepas dari kepemimpinan kapten mereka, Kim Jeung Ho. Sang pemain asal Korea Selatan itu mengaku sangat termotivasi membawa PSMS meraih kemenangan di setiap laga.
“Saya berterima kasih kepada pelatih yang sudah mempercayakan ban kapten. Ini hasil kerja keras tim. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa terus menang,” ujarnya dalam bahasa Inggris.
Dengan semangat tersebut, PSMS Medan semakin optimis untuk terus bersaing menuju puncak klasemen dan mengincar tiket promosi ke Liga 1 Indonesia.
Susunan Pemain
PSMS Medan
Reky Rahayu (GK), Kim Jeung Ho, Zikri Ferdiansyah, Arif Setiawan, Budhiar, Ichlasul Qadri, Rifai Marsi, Reyki Fariz, Rifal Lastori, Ari Maring dan Felipe Cadenazzi






