Sementara itu, Ketua Presidium Organisasi Kristen dan Katolik Sumsel, Romo Simon, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kembali Perayaan Natal Oikumene dalam suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan.
“Perayaan Natal dimaknai sebagai momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan sesama. Momen ini juga mengajak kita untuk mengingat saudara-saudara kita yang tengah tertimpa bencana alam, baik di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, maupun banjir yang baru-baru ini terjadi di Belitang, OKU Timur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Natal Oikumene Sumsel tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang dinilainya sangat relevan dengan berbagai persoalan yang dihadapi keluarga saat ini, mulai dari perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, persoalan ekonomi, pinjaman online, judi online, hingga penyalahgunaan narkoba.
“Tema ini mengajak kita menjadikan keluarga sebagai tempat Allah hadir untuk menyelamatkan manusia.
Penguatan kehidupan keluarga akan berdampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya.
Puncak Perayaan Natal Oikumene Sumsel 2025 berlangsung khidmat dan meriah dengan penampilan Paduan Suara Colour Choir yang menambah semarak suasana kebersamaan.
Tampak hadir mendampingi Gubernur Sumsel, Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva Herman Deru, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.(ril/yulie)





