BAYANAKA.CO – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah kembali menghadirkan stimulus untuk meringankan biaya transportasi udara.
Program diskon tiket pesawat mudik 2026 ini menawarkan potongan harga sebesar 17 hingga 18 persen untuk penerbangan domestik kelas ekonomi.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjangkau sekitar 3,32 juta penumpang selama periode mudik dan libur nasional.
Program diskon tiket pesawat berlaku untuk periode pemesanan mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026, dengan pelaksanaan penerbangan pada tanggal 14-29 Maret 2026.
Beberapa maskapai yang berpartisipasi dalam program ini antara lain Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air.
Mengutip akun resmi Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan @djpu_151, Senin (16/2/2026), rata-rata penurunan harga tiket merupakan hasil dari kombinasi sejumlah komponen biaya penerbangan, di antaranya:
-
Diskon 50 persen Passenger Service Charge (PSC/PJP2U)
-
Diskon 50 persen tarif Pelayanan Jasa Daratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U)
-
Penyesuaian fuel surcharge pesawat jet menjadi 2 persen dari sebelumnya 10 persen
-
Diskon 20 persen untuk pesawat propeller pada fuel surcharge
-
Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 11 persen
-
Penurunan harga avtur sebesar 10 persen** di 37 bandara
Stimulus ini secara signifikan menurunkan biaya perjalanan bagi penumpang, terutama untuk rute-rute populer seperti Jakarta-Denpasar.
Sebagai gambaran, berikut simulasi perhitungan harga tiket sebelum dan sesudah penerapan diskon untuk pesawat jet full service kelas ekonomi rute Jakarta-Denpasar:
Sebelum diskon: Total harga tiket mencapai Rp 1.920.971, terdiri dari tarif dasar Rp 1.431.000, fuel surcharge 10 persen Rp 143.100, PSC Rp 168.720, PPN 11 persen Rp 173.151, serta IWJR Rp 5.000.
Setelah diskon: Tarif dasar tetap Rp 1.431.000. Fuel surcharge turun menjadi 2 persen atau Rp 28.620, PSC 50 persen menjadi Rp 84.360, PPN ditanggung pemerintah menjadi Rp 0, dan IWJR tetap Rp 5.000.
Total harga tiket menjadi Rp 1.548.980, hemat sekitar Rp 372.000 per perjalanan.
Dengan skema ini, pemerintah tidak hanya membantu masyarakat menghemat biaya mudik, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor penerbangan domestik menjelang Lebaran.
Program ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi mobilitas masyarakat dan pariwisata lokal, khususnya di destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, dan Surabaya.
Para calon penumpang disarankan untuk segera memanfaatkan kesempatan ini, mengingat jumlah kursi terbatas dan program diskon hanya berlaku hingga akhir Maret 2026.





