Menurut Ismail, festival ini mengandung nilai edukasi yang kuat, khususnya bagi generasi muda. Sungai Musi, kata dia, bukan hanya jalur perdagangan dan transportasi, tetapi juga jalur dakwah dan peradaban Islam di Palembang.
Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Palembang bahkan luar daerah memadati tepian Sungai Musi dan halaman Masjid Ki Marogan. Kehadiran para tokoh agama, pejabat pemerintahan, hingga perwakilan Kesultanan Palembang Darussalam menambah kekhidmatan suasana.
Selain bernuansa religius, Haul Akbar Kiai Marogan ke-125 juga diisi dengan kegiatan sosial sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi. Nilai kasih sayang dan kebersamaan yang diajarkan Kiai Marogan kembali dihidupkan melalui aksi nyata untuk masyarakat.
“Kegiatan ini adalah bentuk cinta. Cinta kepada sesama, cinta kepada warisan ulama, dan cinta kepada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pungkas Ismail.





