Selain itu, total aset perusahaan meningkat menjadi Rp43,92 triliun, didorong oleh investasi strategis pada aset tetap.
Realisasi belanja modal (CapEx) sebesar Rp4,55 triliun difokuskan untuk pengembangan infrastruktur jangka panjang, termasuk proyek strategis angkutan batu bara relasi Tanjung Enim – Kramasan.
Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi serta mendukung peningkatan kapasitas produksi di masa depan.
Memasuki tahun 2026, PTBA optimis melanjutkan tren positif ini. Perseroan telah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tanpa pemotongan volume produksi. Target produksi dan penjualan pun dipatok lebih tinggi, yakni sebesar 49,5 juta ton.
Untuk mencapai target tersebut, PTBA akan terus mengandalkan strategi cost leadership melalui selective mining dan optimalisasi rantai pasok.
Pendekatan ini diyakini mampu menjaga daya saing perusahaan di tengah ketidakpastian harga komoditas global.
Selain itu, perusahaan juga tetap berkomitmen pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta pengembangan bisnis berkelanjutan.
Dengan fondasi yang kuat, PTBA optimis dapat terus memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional sekaligus menjaga ketahanan energi Indonesia.
Secara keseluruhan, kinerja PTBA 2025 menjadi contoh bagaimana perusahaan energi mampu bertahan dan bahkan tumbuh di tengah tekanan global.
Dengan strategi yang tepat dan eksekusi yang konsisten, PTBA berhasil membuktikan diri sebagai salah satu BUMN yang tangguh dan adaptif di sektor energi.





