Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan, agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Masalah yang terlihat kecil jangan dianggap sepele. Seperti jembatan ini, mungkin tampak sederhana, tetapi dampaknya sangat besar bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Ir. M. Affandi, ST, M.Sc., menjelaskan bahwa Jembatan Tumpang Sari dibangun menggunakan APBD Provinsi Sumsel murni sebesar Rp6,4 miliar dengan masa konstruksi selama 180 hari. Pembangunan dimulai sejak groundbreaking pada 17 Mei 2025 dan berjalan sesuai rencana.
“Dari total 186 kilometer jalan kewenangan provinsi di wilayah PALI, terdapat sembilan jembatan eks Pertamina, dan seluruhnya telah selesai dibangun,” jelas Affandi. Ia menambahkan, masih terdapat beberapa jembatan lain yang akan diselesaikan secara bertahap sesuai dengan perencanaan dan ketersediaan anggaran.
Pada kesempatan yang sama, Bupati PALI Asgianto, ST, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sumsel atas perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya. Ia menilai kehadiran Gubernur Herman Deru selalu memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan.
“Belum genap 10 bulan saya menjabat, kami sudah diajak bergerak cepat. Jalan langsung mulus, jembatan dibangun permanen. Bahkan jembatan yang sempat viral karena dilintasi pemudik kini sudah berdiri kokoh,” ujar Asgianto.
Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 82 persen jalan kewenangan provinsi di ruas PALI telah berstatus mantap. Selain itu, Pemerintah Kabupaten PALI juga menerima dukungan optimalisasi PDAM senilai Rp20 miliar guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
“Jika sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus terjaga, maka cita-cita Indonesia Emas bukan sekadar slogan,” pungkasnya.
Dalam rangkaian kegiatan peresmian tersebut, Gubernur Sumsel juga menyerahkan bantuan puluhan mushaf Al-Qur’an kepada Rumah Tahfidz sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan dan penguatan karakter masyarakat di Kabupaten PALI.





