Ia berharap seluruh anggota dapat terus menjaga kekompakan hingga akhir masa penugasannya.
“Sisa waktu penugasan yang ada mari kita manfaatkan untuk semakin kompak dan semakin guyub,” katanya.
Permohonan maaf ini menjadi simbol kerendahan hati seorang pemimpin yang telah mengabdikan diri bagi satuannya.
Peringatan Penting tentang Post-Power Syndrome
Salah satu pesan penting yang disampaikan Brigjen Adri adalah terkait fenomena Post-Power Syndrome atau sindrom pensiun.
Ia menjelaskan bahwa kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang kehilangan jabatan, kewenangan, rutinitas, dan status sosial setelah pensiun.
Menurutnya, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental jika tidak dipersiapkan dengan baik.
Karena itu, ia mengingatkan seluruh anggota yang mendekati masa pensiun untuk:
- Mempersiapkan mental sejak dini
- Menjaga komunikasi dan silaturahmi
- Menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga
- Tetap aktif dalam kegiatan sosial
“Yang tidak kalah penting, carilah kesibukan dan tetap aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Kita harus selalu siap mengabdi untuk masyarakat dalam bentuk apapun,” pesannya.
Pesan ini menjadi nasihat penting, tidak hanya bagi prajurit TNI, tetapi juga siapa pun yang akan memasuki masa pensiun.
Momen Perpisahan yang Penuh Makna
Kegiatan pengarahan diakhiri dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Momen tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh anggota Korem 044/Gapo.
Di akhir pertemuan, Brigjen Adri menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna:
“Kenanglah Kami.”
Pesan tersebut menjadi simbol perpisahan sekaligus harapan agar kebersamaan yang telah terjalin tetap dikenang.
Warisan Kepemimpinan yang Akan Selalu Dikenang
Kepemimpinan Brigjen Adri di Korem 044/Gapo meninggalkan jejak kebersamaan, kekompakan, dan nilai-nilai moral yang kuat.
Ia tidak hanya memimpin secara struktural, tetapi juga memberikan teladan dalam kehidupan sosial dan mental.
Serah terima jabatan bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru dalam perjalanan hidup dan pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
Momen ini menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah sementara, namun pengabdian dan kenangan akan selalu abadi.





