Hadiri Pelepasan Pelajar Al Falahiyah, Selain Beri Nasihat Firdaus Hasbullah Akan Perjuangkan Fasilitas Pendidikan

by
by

PALI, BAYANAKA.CO – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Mambaul Ulum pada hari ini. Lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Yayasan Al-Falahiyah tersebut sukses menggelar acara Pelepasan Siswa-Siswi SDIT Angkatan ke-IV dan MTs Al-Falahiyah Angkatan ke-VIII untuk Tahun Ajaran 2025/2026.

‎selain dihadiri pengurus Ponpes dan guru pendidik Al Falahiyah, Pemdes Sungai Baung Kecamatan Talang Ubi, tampak juga Firdaus Hasbullah SH MH, dalam acara wisuda ini dan membawa angin segar bagi dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten PALI.

Dalam kesempatan itu, politisi Demokrat ini menegaskan komitmen legislatif untuk menyelaraskan program daerah dengan visi-misi Bupati PALI dalam memerangi buta aksara Al-Qur’an dan menitipkan pesan serta nasihat kepada pasa santri dan santriwati tersebut.

“Saya titip tiga pesan untuk kalian, yang pertama Jaga Akhlak dan Shalat, ilmu tanpa akhlak seperti pohon tanpa buah. Apa pun prestasi kalian nanti, jangan pernah tinggalkan shalat dan hormati orang tua serta guru. Kedua jangan takut bermimpi besar, yang penting kalian mau belajar dan berusaha. Terakhir, banggalah jadi anak PALI, di mana pun kalian merantau, bawa nama baik PALI. Jaga nama baik Al Falahiyah. Kembalilah nanti untuk membangun daerah kita agar kesejahteraan masyarakat PALI benar-benar terwujud,” Ucap Firdaus, Sungai Baung (21/05/2026).

BACA JUGA:  Medco E&P Bagikan 375 Paket Pangan Sehat Saat Ramadan, Ratusan Warga Musi Rawas dan Lahat Terbantu

Lebih lanjut, dirinya juga mengingatkan bahwa visi-misi Bupati PALI untuk memerangi buta aksara Al-Qur’an. Artinya, peran pondok pesantren, MTs, dan Diniyah di sini sangat krusial dalam menyukseskan program tersebut. ‎kontribusi besar yayan Al Falahiyah tersebut dalam mendidk generasi penerus harus kita perjuangkan.

‎”DPRD Kabupaten PALI berkomitmen untuk terus mengawal anggaran pendidikan agar sarana prasarana sekolah swasta seperti Al Falahiyah mendapat perhatian yang adil. Karena sekolah swasta dan madrasah adalah mitra pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa. Kita perjuangkan pada APBD tahun depan, bisa menganggarkan itu secara terstruktur. Sehingga apa yang menjadi harapan Bapak Bupati dan Wakil Bupati dapat berjalan dengan baik, termasuk untuk program beasiswa,” lanjutnya.

‎Tidak hanya memberikan janji regulasi jangka panjang, Firdaus juga merealisasikan komitmen instannya melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD akan memperjuangkan pembangunan fasilitas fisik di pondok pesantren ini.

‎”Karena ini masuk dalam daerah pemilihan (Dapil) saya, saya akan mencoba menganggarkan di Pokir saya untuk membagi pembangunan di pesantren ini. Paling tidak, kita perjuangkan satu hingga dua lokal Ruang Kelas Baru (RKB) sebagai fasilitas belajar anak-anak kita,” janji Firdaus disambut tepuk tangan para wali murid.

BACA JUGA:  Refleksi Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD PALI Optimistis Pembangunan dan Ekonomi Makin Kuat di 2026

‎Sementara itu, Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren, Ustadz Muhammad Maryadi, menceritakan kilas balik perjuangan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Pesantren ini mulai dirintis sejak tahun 2006, saat wilayah tersebut masih menginduk ke Kabupaten Muara Enim sebelum pemekaran Kabupaten PALI, dan resmi mendapatkan izin operasional pada tahun 2016.

‎Di atas lahan berukuran 30 x 60 meter, pesantren ini kini mendidik kurang lebih 160 santri yang tersebar di tiga jenjang pendidikan: SDIT, MTs, dan Aliyah. Kendati terus berkembang, kondisi infrastruktur bangunan saat ini dinilai sudah memerlukan peremajaan total.

‎”Bangunan yang ada saat ini merupakan peninggalan bantuan dari zaman Pak Kalamudin (mantan Bupati Muara Enim, red) dan Pak Heri Amalindo (Mantan Bupati PALI, red). Melihat usia bangunan yang sudah lama, kondisinya memang sudah seharusnya direhab. Tadi kami sudah konsultasi dengan Pak Firdaus agar bangunan ini ditingkatkan menjadi dua lantai dengan memperkokoh tiang dan melakukan sistem dak. Alhamdulillah, beliau setuju,” jelas Ustadz Maryadi.

‎Selain persoalan ruang kelas, Ustadz Maryadi membeberkan tantangan terbesar yang dihadapi ratusan santrinya setiap hari, yakni krisis air bersih. Karena geografis pesantren berada di dataran tinggi, sumber air tanah sangat sulit didapat kecuali dengan pengeboran yang sangat dalam.

BACA JUGA:  Kapolres Lahat Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Triwulan III Secara Virtual

‎”Tantangan paling berat di sini adalah air. Solusi sementaranya harus disuplai menggunakan mobil tangki. Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah daerah bisa membantu pengadaan armada mobil tangki air untuk pondok,” Harapnya.

‎Menurut Maryadi, bantuan mobil tangki tersebut tidak hanya akan bermanfaat bagi santri, tetapi juga memiliki fungsi sosial kemasyarakatan yang luas. “Kalau pondok punya mobil tangki sendiri, saat kemarau panjang masyarakat sekitar bisa meminjamnya. Bahkan, jika terjadi musibah kebakaran di pemukiman warga, pihak pesantren bisa bergerak cepat membantu memadamkan api. Ini untuk kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *